Feeds:
Pos
Komentar

Setelah membaca artikel di http://kuliahbersama.com/?p=94 saya ingin memberikan sedikit tanggapan yang mungkin bisa menjadi masukan kita semua.

Kajian statistika dalam industri tentu memiliki nuansa yang berbeda bila dibandingkan dengan yang lain. Namun pada dasarnya inti dari penggunaan Statistik dalam industri hampir sama dengan penggunaan statistik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh nih kita sebagi mahasiswa pasti dapat kiriman uang tiap bulan (hmmm, khusus buat yg ngekost aj sih ato uang jajan buat yang tinggal ama keluarga). Kadang jumlah uang yang dikirim ga sama tiap bulannya. Kalau ortu lagi baik dapatnya bisa banyak (hahaha) tapi kalau lagi bulan jelek nih, dapatnya dikit aja uang bulanan kita (hiks,alhasil bisa merana deh selama sebulan). Nah, dengan uang bulanan yang tidak menentu ini kita harus pintar-pintar menggunakan uang. Supaya apa??? supaya kita ga merana pas uang bulanan dikirim sedikit aja. Sebenarnya inti dari cerita ini apa sihhh??? Intinya nih ya, kita harus bisa ambil keputusan.

Dalam bidang industri, penggunaan statistika sebenarnya hampir sama. Akhir dari penggunaan statistika di industri adalah keputusan. Keputusanlah yang nanti akhirnya akan menentukan kinerja dari perusahaan.

Hmmmmm…..

Biar lebih paham nih ya, ada beberapa konsep (yang di jabarin 5 dulu yahhh) yang perlu dimengerti (pasti sebagian besar orang udah pada pernah dengar):

  • Mean merupakan rata-rata nilai dari suatu sampel atau populasi atau yang lebih dikenal dengan rata-rata hitung merupakan ukuran pemusatan data. Mean juga menyatakan kinerja dari sebuah populasi. Sehingga dengan nilai mean ini dapat diperoleh kinerja keseluruhan perusahaan secara keseluruhan.
  • Mode (modus) merupakan suatu data yang frekuensinya paling banyak dari sebuah sampel / populasi. Dengan mode kita dapat tau apa yang paling sering muncul. Entah itu faktor penyebab ( yang paling mencolok karena paling sering terjadi dalam industri) turunnya kinerja atau penyebab meningkatnya kinerja. Dengan demikian kita dapat memperbaiki yang kurang dan meningkatkan kinerja yang sudah ada.
  • Median merupakan nilai tengah dari suatu sampel atau populasi. Median biasanya digunakan sebagai parameter untuk membagi / mengklasifikasikan data menjadi dua kelompok, lalu dicari indikator atau nilai yang ada di tengah. Atau dengan kata lain untuk mencari karakter dari data yang ada di tengah. Dalam industri, median ini digunakan untuk mencari parameter dalam menentukan apakah kinerja (juga hasil kinerjanya) dari sampel / populasi baik atau buruk.
  • Standar deviasi (simpangan baku)
    Standar deviasi digunakan untuk mengukur sejauh mana penyimpangan terjadi berdasarkan reratanya. Bilangan yang didapat dari standar deviasi ini biasanya digunakan untuk mengetahui nilai ekstrim dari suatu data. Pengunaannya biasanya bersama dengan nilai rata-rata. Apabila nilainya kecil, maka diindikasikan bahwa simpangannya mendekati rata-rata, dan begitu pula sebaliknya. Sehingga jika terjadi dapat dilakukan penyeimbangan dalam industri jika simpangan yang didapatkan terlampau besar.
  • Varian (keragaman data) menunjukan banyaknya keragaman/ variabel data yang ada.

Konsep-konsep tersebut tidaklah hanya diterapkan dalam suatu industri, karena merupakan hal-hal yang paling mendasar dalam melakukan suatu analisis statistika. Namun dapat juga diterapkan dalam hidup kita sehari-hari.

Dengan adanya analisis ini kiranya pihak manajemen industri dapat membuat keputusan untuk meningkatkan kinerja perusahaannya.

Sebagian besar orang pasti sudah lumayan familier bila mendengar kata statistika. Jika ditanya sejak kapan mereka mengenal statistika mungkin sebagian besar orang akan menjawabnya “ oh saat saya mulai sekolah, hmm mungkin sekitar SMP atau SMA”. Tetapi sadarkah anda, sebenarnya kita mengenal statistika semenjak kita lahir. Tanpa kita sadari saat lahir, kita sudah dikenalkan yang namanya statistika. Hal yang paling sederhana misalnya : berat dan panjang badan kita saat lahir. Namun karena saat itu kita masih sangat kecil dan belum bisa berpikir, dan merasakan apa-apa jadi kita tidak mengetahuinya.

Seringkali kita tidak menyadari bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari kita seringkali sudah melakukan penelitian, misalnya dalam membeli suatu barang yang berharga mahal seperti komputer, kita tentu saja melakukan penelitian ke toko-toko komputer untuk membandingkan harga, fitur, maupun jaminannya. Memilih pacar ataupun calon suami/istri mungkin juga bisa digolongkan sebagai penelitian. Namun tentu saja kedua macam penelitian ini berbeda dengan penelitian yang biasa kita baca di jurnal ilmiah, karena mungkin dalam melakukan penelitian tersebut kita seringkali tidak menggunakan metode ilmiah melainkan terkadang hanya emosi saja, terlebih lagi dalam hal mencari pacar.

PENGERTIAN STATISTIKA

Sebelum bicara lebih lanjut tentang statistika, kita perlu mencari tau apa sebenarnya statistika itu. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Atau statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat berupa keputusan dalam kehidupan.
Istilah ‘statistika’ (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan ‘statistik’ (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data.
Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif.
Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.(
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/09/statistika-dan-psikologi/)
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri). Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

ESENSI STATISTIKA

Ada tiga hal yang sangat penting dari statistika yaitu:

  • Data yang tersedia / data historis.

Merupakan suatu nilai numerik yang diperoleh dari keterangan masa lampau. Diolah menjadi informasi yang nantinya berguna dalam menentukan keputusan

  • Kriteria Keputusan

Dalam Statistika kita sering dihadapkan pada beberapa pilihan. Masing-masing pilihan memiliki nilai/ manfaat dan konsekuensi yang harus diambil atau dengan kata lain kita harus menentukan keputusan. Dari pilihan-pilihan tersebut akan muncul berbagai kriteria keputusan. Sama halnya dengan pilihan, masing-masing kriteria keputusan memiliki manfaat dan akibat bagi kita

  • Ada Keputusan

MANFAAT STATISTIKA

Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:

  • Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi, berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
  • Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
  • Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
  • Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.

Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dapat berguna dalam menentukan keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.

PROBLEM LALU LINTAS

Sekolah, anak-anak,orang tua, menyeberang dan lalu lintas. Apa hubungannya??
Tentu saja semua ini saling berkaitan. Beberapa waktu lalu saya sempat memperhatikan kondisi lalu lintas di Jl. Babarsari khususnya di kompleks persekolahan SD, SMP, dan SMA negeri 1 Depok. Jalanan tersebut sangat ramai dengan kendaraan bermotor khususnya pada jam-jam sibuk sekolah. Mobil, motor, sering lalu lalang di jalan ini dan terkadang suka menyebabkan kemacetan terutama setelah jam pelajaran sekolah usai.
Di jalan ini sudah tersedia zebra cross, namun terkadang masih banyak anak-anak dan orang tua yang kesulitan untuk menyeberang jalan. Sering, pengendara sepeda motor tidak mau mengalah dan tidak mau memberi kesempatan untuk orang menyeberang jalan.Mereka suka seenaknya saja melaju tanpa memperhatikan kepentingan orang lain yang yang menyeberang menggunakan zebra cross. Tetapi terkadang para pengendara motor sendiri tidak dapat disalahkan. Mengapa? Ternyata masih banyak juga penyeberang jalan yang tidak memetuhi ketentuan menyeberang, seperti menyeberang tanpa menggunakan zebra cross.
Seandainya anda menjadi seorang turis yang sedang berkunjung dan sedang menuju tempat kerja dan melihat kondisi tersebut, apa hal pertama yang ada dalam pikiran anda?? Jika saya berada pada posisi tersebut yang ada dalam pikiran saya adalah ‘bahwa negara ini tidak tertib, dan tidak disiplin’. Hal ini tentu akan menyulitkan turis-turis yang lain yang ingin menyeberang. Selain itu secara manusiawi mungkin akan muncul keinginan untuk membantu orang yang mengalami kesulitan untuk menyeberang. Namun dilain pihak, saya juga berpikir kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk membantu, sebagai seorang turis yang baru pertama kali datang saya belum mengenal daerah sekitar situ. Jika saya membantu, apakah saya tidak akan terlambat menuju tempat kerja? Namun, meskipun saya tidak membantu pun saya tetap akan terlambat ke tempat kerja jika kondisinya tidak tertib dan macet. Dalam hal ini akan timbul konflik kepentingan dalam diri saya apakah akan membantu atau hanya membiarkan saja.

  • Saran saya untuk kondisi ini, mungkin akan lebih baik jika dipasangi rambu khusus untuk pejalan kaki seperti yang ada di luar negeri ( seperti lampu lalu lintas tetapi yang bergambar orang untuk penyeberang jalan). Jadi penyeberang jalan khususnya orang tua dan anak-anak akan lebih mudah menyeberang, sebab ada tanda kapan harus menyeberang dan kapan tidak boleh menyeberang. Hal ini pun berlaku bagi pengendara bermotor, tahu waktu mereka harus berhenti atau melaju.


Seandainya saya menjadi seorang anak kecil yang ingin menyeberang, saya akan merasa takut karena kondisi jalan yang ramai meskipun sudah ada zebra cross.

  • Saran saya untuk kondisi ini selain di pasangi rambu lalulintas yang sudah saya sebutkan diatas, mungkin lebih baik di jalan ini di tempatkan seorang polantas yang khusus untuk membantu orang menyeberang jalan khususnya anak-anak dan para orang tua.


Masalah menyeberang jalan tidak hanya menyulitkan anak-anak dan orang tua saja. Saya pun terkadang masih suka mengalami kesulitan dengan masalah menyeberang jalan ini. Seringkali jika ingin menyeberang, meskipun sudah di zebra cross dan posisi tangan melambai dengan harapan para pengendara mau melambatkan kendaraan atau berhenti sesaat, hal ini sering tidak digubris oleh para pengendara. Jika sudah seperti ini, sepertinya pemerintah khususnya pihak yang berwenang harus tegas dengan peraturan yang ada dan mengambil sikap untuk menindak para pelanggar. sebab jika hal ini terus terjadi, para pengendara akan semakin semena-mena. Tentu saja hal ini akan merugikan para penyeberang jaln.

Andaikan saya menciptakan kipas angin panas dan dingin…


hemmmm…kipas angin panas dan dingin…. pasti banyak orang berpikir seperti apa nanti bentuknya…
Ide ini muncul ketika saya merasa kerepotan jika harus membeli barang yang berbeda-beda untuk masing-masing kebutuhan. Seperti kipas angin untuk mendinginkan udara ruangan, atau membeli hair dryer untuk mengeringkan rambut.
Jika hal ini dilakukan berarti kita harus mengeluarkan uang ekstra untuk kebutuhan tersebut. Padahal sebagai anak kost, uang bulanan kita jumlahnya terbatas.
Produk yang akan dirancang pada dasarnya merupakan pengembangan dari kipas angin biasa yang sudah beredar di pasaran.
Dimana saya akan menambahkan fungsi pengering pakaian/rambut atau kebutuhan lain yang relevan dengan produk ini.
Kipas angin ini dapat diatur untuk menghasilkan angin biasa (sejuk) ataupun menghasilkan angin panas.
Kipas ini cara kerjanya sama saja dengan hair dryer atau pengering rambut, namun yang membedakan adalah bahwa pengguna dapat memilih angin panas atau angin biasa.
(namun tidak dapat mendinginkan lebih rendah daripada suhu ruangan).
Kipas angin ini tersusun dari beberapa komponen yaitu :
1. Casing Fan
2. Bilah kipas (baling-baling)
3. Dinamo pemutar kipas fan
4. Filamen pemanas atau heater
5. Thermostat atau sensor temperatur udara
Untuk menghasilkan angin panas dipasang filamen di depan baling-baling kipas atau dibagian belakang baling-baling.
Namun lebih baik diletakkan di depan baling-baling, agar baling-baling lebih awet dan angin panas yang dihasilkan lebih optimal.

PENETAPAN SPESIFIKASI PRODUK


1. Physiological needs

  • Angin panas: mengeringkan baju ataupun rambut dengan aman (terhindar dari bahaya hubungan singkat listrik)
  • Angin dingin : mengurangi intensitas keringat

2. Psychological needs

  • Kebebasan dan keleluasaan dalam memutuskan bagaimana memfungsikan kipas(angin dingin atau panas yang akan digunakan).
  • Menanamkan kebanggaan dalam memiliki kipas angin.
  • Dapat diberikan sebagai hadiah.

3. Technical needs

  • Dimensi, tegangan , arus listrik, daya listrik, frekuensi, berat, keandalan, daya tahan, umur pakai, kecepatan putaran, suhu yang dihasilkan.

4. Social needs

  • Rambut kering sehingga tidak bau, pakaian kering sehingga tidak bau walaupun cuaca tidak mendukung (faktor-faktor penting dalam bersosialisasi)

5. Time needs

  • Dibutuhkan pada saat musim hujan (untuk fungsi pengering pakaian).
  • Dibutuhkan ketika akan mengeringkan rambut.
  • Dibutuhkan setiap saat untuk memperlancar sirkulasi udara (terutama ketika cuaca panas.


Setelah diketahui spesifikasi produknya, dilakukan pembangkitan alternatif.
Proses ini untuk menentukan kriteria terbaik untuk proses perancangan ini. Seperti, bentuk yang paling Sesuai untuk fungsi apakah bulat atau kotak, posisi filamen,dsb.
Selanjutnya dilakukan pemilihan material, hal yang dilakukan sama yaitu mencari alternatif bahan terbaik. Dipilih bahan yang ramah lingkungan, tahan panas, dan tentu saja tidak membahayakan pengguna.

Setelah semua langkah-langkah terselesaikan, selanjutnya kita harus mencari tau proses pengerjaannya seperti apa.
Jika semua sudah dilakukan kita bisa mulai memproduksi produk ini.

Yang paling penting Selain bisa membantu mengurangi kerepotan, alat ini tidak merusak lingkungan.

KomentarQ……

Hemmm, komentarQ berdasarkan posting di http://kuliahbersama.com/?p=11 yang berjudul “Eksperimentasi dalam etika rekayasa” ……

Mengapa manusia menjadi titik pusat atau dalam artikel ini disebut sebagai unsur penting dalam bidang rekayasa??

hal ini disebabkan masing-masing orang/manusia sudah diberikan anugerah akal budi dan kehendak untuk berpikir dan bertindak. Di sini manusia menjadi titik penentu segala keputusan yang akan diambil apakah hasilnya akan baik atau tidak tergantung dari usaha dan kepribadian manusia tersebut.

Dalam bertindak, manusia tidak boleh sembarangan. Tetap harus memperhatikan aturan atau ETIKA…. Eksperimen etika yang dilakukan oleh manusia dilakukan berdasarkan pengetahuan yang ia peroleh dari keluarga ataupun lingkungan dimana ia tinggal. Semua ini akan membentuk kepribadian manusia itu. Namun tidak selamanya etika yang ada akan sama di semua tempat. apa yang di hasilkan tidak akan sama akibatnya pada tiap orang.

hal ini seperti kasus “pisang goreng” ada orang yang merasa enak dan tidak enak dengan rasa hasil eksperimen tersebut.

Aplikasi Etika dalam rekayasa

Seiring bertambahnya waktu, perkembangan teknologi pun berkembang dengan pesat. Tanpa kita sadari kita telah menggunakan barang-barang hasil kemajuan teknologi untuk mempermudah pekerjaan kita ataupun untuk membantu hidup sehari-hari. Seperti contoh, komputer. Jika dulu kita membutuhkan waktu lama, dan menghabiskan banyak waktu untuk menulis dalam rangka menyelesaikan tugas kuliah/ tugas kantor, sekarang kita hanya perlu mengetik dengan santai tanpa tangan harus merasakan lelah dan lebih sedikit waktu yang terbuang.

Namun perkembangan teknologi ini tidak semuanya mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Kehadiran sebagian dari teknologi dirasakan telah merubah kebiasaan kebiasaan masyarakat yang terkadang juga mempengaruhi tata nilai yang telah ada. Kelahiran teknologi kontrasepsi dan cloning misalnya; telah menimbulkan dilema moral di dalammasyarakat, demikian juga kehadiran penyakit sapi gila yang meresahkan masyarakat internasional ada yang menduga sebagai akibat pakan ternak hasil rekayasa (genetika).

Kepedulian etis di kalangan rekayasawan baru lahir pada akhir abad ke-19. Etika rekayasa dipahami sebagai daftar atau rumusan anjuran-anjuran resmi dalam bentuk kode, petunjuk, dan opini dari organisasi-organisasi profesi.

Ada dua definisi etika rekayasa:
Studi tentang soal-soal dan keputusan moral yang menghadang individu dan organisasi yang terlibat suatu rekayasa
Studi tentang pertanyaan-pertanyaan yang erat berkaitan satu sama lain tentang perilaku moral, karakter, cita-cita, dan hubungan orang-orang dan organisasi-organisasi yang terlibat dalam pengembangan teknologi (Martin &Schinzinger, 1994).

Jadi jelas obyek studi rekayasa adalah permasalahan moral yang berkait erat dengan kerekayasaan. Rekayasa pada kenyataannya lebih banyak berlangsung di perusahaan-perusahaan yang mencari keuntungan, dan perusahaan-perusahaan dimaksud tertanam di dalam struktur masyarakat dan peraturan pemerintah yang rumit,sehingga permasalahan atau aspek-aspek moral di dalam rekayasa menjadi semakin kompleks.

Di dalam kerekayasaan, studi tentang moral/ etika dapat dibedakan ke dalam tiga jenis kajian yang saling melengkapi dan terkait satu terhadap yang lain, yaitu: kajian normatif, kajian konseptual dan kajian deskriptif (Martin & Schinzinger, 1994).
Kajian normatif: (teoretis) di dalam etika rekayasa adalah untuk memperoleh standar moral sebagai landasan tindakan, sikap, kebijakan di dalam kerekayasaan. Dari kajian normatif diharapkan dapat menentukan arahan-arahan tentang kewajiban dasar moral seorang rekayasawan, misal: kewajibannya terhadap keselamatan publik, pertimbangan tentang risiko di dalam rancangannya, batas-batas kewajibannya terhadap klien, majikan, dan masyarakat.
Kajian konseptual: (makna) diarahkan kepada penjernihan konsep-konsep dasar,prinsip-prinsip, problema dan tipe-tipe argumen yang digunakan di dalam membahas isu moral di dalam kerekayasaan.
Kajian deskriptif: (fakta) diarahkan kepada fakta yang terkait dengan isu-isu konseptual dan normatif. Kajian ini juga untuk mencari pemecahan masalah moral yang timbul akibat praktek yang berkaitan dengan kerekayasaan.

Rekayasa adalah pasangan kata dari engineering yang selama ini kita kenal dengan kata teknik. Arti kata teknik itu sendiri adalah penerapan sains untuk kesejahteraan umat manusia (Zen, 1981: 10). Martin & Schinzinger (1994: 17) mempersempit definisi itu, sehingga rekayasa adalah penerapan ilmu pengetahuan dalam penggunaan sumber daya alam demi manfaat bagi masyarakat dan umat manusia; sedangkan rekayasawan adalah mereka yang menciptakan produk dan proses-proses untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia (pangan, papan dan sandang), dengan akibat tambahan, meningkatkan kemudahan, kekuatan dan keindahan di dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Seorang rekayasawan harus selalu mementingkan faktor keselamatan di dalam rancangannya. Oleh karena itu identifikasi risiko suatu produk sangat diperlukan, demikian pula kejelasan dari tujuan produk itu sendiri. Untuk mengurangi faktor risiko, uji keselamatan bagi suatu produk harus dilaksanakan sebelum produk tersebut masuk manufaktur. Setelah manufaktur pun produk itu juga harus selalu dipantau keselamatan penggunaannya. Produk rekayasa yang baik akan selalu disertai dengan prosedur penyelamatan di saat menghadapi risiko yang tak diduga sebelumnya.

Dalam melakukan rekayasa dalam pembuatan suatu produk, para rekayasawan membuatnya dengan melalui 7 tahap yaitu :

  1. identifikasi kebutuhan konsumen
  2. analisis fungsi
  3. membangkitkan alternatif/ide
  4. memilih alternative
  5. membuat prototype
  6. uji coba
  7. implementasi

Dalam ketujuh tahapan di atas, etika memiliki peranan penting dalam setiap tahapannya. Seorang rekayasawan harus menerapkan etika dalam setiap proses yang dilakukannya.

Pada tahap pertama yaitu identifikasi kebutuhan konsumen, rekayasawan akan melakukan survey mengenai apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat selaku konsumen untuk mempermudah setiap pekerjaannya. Misalnya dalam melakukan survey, seorang rekayasawan tidak boleh memaksa konsumen untuk melakukan wawancara atau mengisi kuesioner. Seorang rekayasawan harus dapat menebak produk seperti apa yang dapat membantu kehidupan manusia.

Tahap yang kedua yaitu analisis fungsi. Pada tahap ini seorang rekayasawan akan menganalisis fungsi dari produk yang akan dibuatnya. Dalam menganalisis fungsi produk, rekayasawan harus memperhatikan mengenai keselamatan, kenyamanan, kesehatan dan faktor lainnya yang akan dirasakan oleh konsumen selaku pengguna teknologi.

Tahap ketiga yang dilakukan adalah membangkitkan alternatif ide. Biasanya untuk memberikan solusi bagi suatu masalah, rekayasawan memiliki beberapa alternatif yang akan diterapkan. Alternatif yang ada harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan manusia untuk membantu segala aktivitasnya tanpa melanggar norma dan aturan yang berlaku.

Pada tahap keempat, seorang rekayasawan akan memilih satu dari beberapa alternatif yang ada. Dalam pemilihan alternatif rekayasawan harus mempertimbangkan secara matang. Alternatif yang dipilih haruslah yang terbaik dari alternatif yang ada. Sehingga rekayasawan dapat memberikan yang terbaik bagi konsumen. Selain dipertimbangkan kegunaan dari suatu produk, alternatif yang dipilih harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi mengingat produk tersebut akan digunakan oleh masyarakat luas.

Tahap kelima, akan dibuat suatu prototype. Hasil dari prototype harus sesuai dengan aslinya. Ukuran, bentuk dan kualitas harus dibuat berdasarkan rancangan asli.

Pada tahap enam, akan dilakukan suatu uji coba. Ketika akan melakukan uji coba, rekayasawan harus memastikan bahwa seluruh rancangannya telah tersusun dengan sempurna. Faktor keselamatan harus sudah diperhitungkan. Begitu juga dengan ukuran, bentuk, kualitas dan lainnya harus sudah diperhitungkan dengan matang.

Tahap terakhir yaitu implementasi. Setelah lulus dari uji coba seorang rekayasawan mampu mengimplementasikan hasil rancangannya dengan pengawasan terhadap rancangan tersebut untuk memastikan kualitas dari rancangan.

Di dalam menjalankan tugas profesionalnya seorang rekayasawan wajib (kaidah pokok etika rekayasa Tim FT. UGM 2001):
Menjunjung tinggi keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,
Memberikan jasa-jasa profesi hanya pada bidang-bidang yang sesuai dengan kompetensinya,
Memberikan pernyataan-pernyataan kepada umum hanya secara objektif dan jujur,
Bertindak sebagai pelaku yang jujur dan terpercaya terhadap pemberi kerja ataupun klien, dan menghindarkan diri dari konflik-konflik kepentingan,
Meningkatkan reputasi profesionalnya melalui unjuk kerja yang baik, dan bukan melalui persaingan secara curang,
Berperilaku terhormat, bertanggungjawab, etis dan taat aturan untuk meningkatkan kehormatan, reputasi dan kemanfaatan profesi,
Secara terus menerus meningkatkan kemampuan profesionalnya sepanjang karir dan memberi kesempatan engineers di bawah bimbingannya untuk mengembangkan kemampuan profesional.

SUMBER

http://warmada.staff.ugm.ac.id/Articles/ERteks-FTUGM-080504.pdf

Konsep Etika

Konsep Etika

Kita sering kali mendengar kata moral dan etika. Moral dan etika saling berhubungan. Jika kita membicarakan etika selalu dikaitkan dengan teori moral. Namun, ternyata pada hakikatnya berbeda, etika mengacu kepada perilaku atau tindakan yang dilakukan sedangkan moralitas lebih ditekankan kepada ukuran atau kulitasnya.

Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang secara sempit berarti aturan atau tindakan susila (Runes, 1981). Menurut para filsof Yunani saat itu, ethos memiliki arti perilaku adat istiadat (Bourke, 1966). Seseorang dikatakan baik atau buruk bukanlah dilandaskan atas satu tindakannya saja, melainkan atas dasar pola tindakannya secara umum. Jika arti ethos adalah perilaku adat istiadat maka dapat ditafsirkan bahwa hal ini sudah dikenal jauh lebih lama lagi seusia kitab-kitab kuno yang telah ada pada abad ke 25 SM yang menjadi dasar ajaran etika Khong Fu Cu (Sugiantono, 1998).

Etika juga diartikan pula sebagai filsafat moral yang berkaitan dengan studi tentang tindakan-tindakan baik ataupun buruk manusia di dalam mencapai kebahagiaannya.Apa yang dibicarakan di di dalam adalah tindakan manusia, yaitu tentang kualitas baik atau buruk atau nilai-nilai tindakan manusia untuk mencapai kebahagiaan serta tentang kearifannya dalam bertindak (Bourke, 1966).

Ada banyak prinsip moral yang digunakan. Dalam membicarakan etika engineering dan rekayasa , ada banyak pemikiran yang dapat ditarik, antara lain: dari bidang filsafat, hukum, dan agama. Meskipun banyak prinsip moral yang didasarkan pada agama dan hokum,namun sesungguhnya arahan etika pada dasarnya bertumpu pada kepedulian terhadap orang lain. Etika bukan hanya sekedar masalah hukum atau agama saja .

Teori tentang perkembangan moral yang lain dikemukakan oleh Kohlberg (1971; di

Dalam Martin & Schinzinger, 1994: 19) yang menyatakan bahwa tingkat perkembangan

moral terdiri dari tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap Prakonvensional yang egois dan dimotivasi oleh kenyamanan diri sendiri,
  2. Tahap Konvensional yang hormat/tunduk kepada kaidah dan otoritas konvensional,
  3. Tahap Pascakonvensional yang bersifat otonom.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.